Fakultas Seni Rupa dan Desain

Just another WordPress site

Seni Tradisi Mampu Ciptakan Industri Kreatif

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang semakin mempengaruhi kearifan lokal, dikhawatirkan lambat laun akan mengikis seni dan tradisi kita sendiri. Padahal, peran dan fungsi seni tradisi sebagai salah satu kekayaan budaya, telah diakui merupakan kekuatan kultural yang dapat membangun peradaban.

Namun, sejumlah pihak menilai, kurang seriusnya pemerintah menanamkan kecintaan kepada seni tradisi bangsa Indonesia sendiri, menyebabkan generasi muda lebih mengenal budaya luar daripada budayanya sendiri.

“Kita memperkenalkan kekayaan tradisi dan warisan budaya nusantara sebagai salah satu kekuatan kultural kepada generasi muda. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa tradisi dan budaya merupakan akar dalam perkembangan seni dan desain di Indonesia,” kata Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Trisakti (Usakti), Ganal Rudiyanto dalam seminar seni tradisi yang bertemakan ‘Keragaman Tradisi sebagai Warisan Budaya’, Senin (15/12).

Menurutnya, selain berperan dalam menjaga marwah suatu bangsa, seni tradisi juga mampu untuk menciptakan industri kreatif.

“Kami ingin menampilkan sosok Usakti yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi, keragaman tradisi merupakan kekayaan kultural yang penting dijaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang, karena tradisi merupakan sumber utama pembentukan identitas dan karakter bangsa,” ucapnya.

Seminar Seni Tradisi Usakti yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-49 Usakti adalah kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang bertemakan “Seni Tradisi dan Desain Kriya di Tengah Masyarakat Urban” yang diselenggarakan tahun lalu.

Dalam seminar yang diadakan pada 16 dan 17 Desember 2014 di Gedung D Universitas Trisakti tersebut, akan menghadirkan 51 pemakalah dan lima orang nara sumber, yaitu Heddi Shri Ahimsa Putra, Edi Sedyawati, Pudentia Maria Purenti Sri Sunarti, Asep Hermawan dan Yahya Andi Saputra, dan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi bidang seni, dan pengusaha. Selain itu juga akan diramaikan dengan pertunjukan kesenian Betawi

Sementara itu, ketua panitia, Tetty Sukaryati, berharap kegiatan yang sejalan dengan visi misi Usakti dalam menjaga kearifan lokal ini dapat lebih menguatkan motivasi dan komitmen dari generasi muda untuk mencintai dan menghargai budaya Indonesia sendiri.

“Sebab seni tradisi ini akan mampu berperan dalam mendukung nilai ekonomi, menjadi salah satu jati diri bangsa dan sebagai sumber inspirassi dalam karya seni dan desain,” ujar Tetty.
Sumber: Suara Pembaruan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *